Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

Cerita Tentang Majelis Taklim di Kampung dan Belajar Islam Sehari-hari

106

     Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah guru saya. Beliau adalah guru senior sekaligus yang mengajari saya habsy, seseorang yang paling dihormati baik oleh sesama guru maupun oleh para santri. Singkat cerita, dalam kunjungan itu beliau menyodorkan beberapa lembar kertas berisi tulisan tangan beliau kepada saya, yang di dalamnya memuat penjelasan fiqh sederhana tentang kasus sehari-hari yang sering ditemui masyarakat.Setelah saya rampung membaca, beliau menjelaskan apa yang ada dalam tulisan. Sekarang ini, kata beliau, masyarakat cenderung keliru dalam memahami suatu permasalahan hukum yang sangat dekat dengan mereka. Saat ini, di lingkungan beliau sudah banyak yang perlahan-lahan mulai beranjak dari pemahaman hukum yang kurang tepat.Agaknya kasus serupa seperti yang diceritakan guru saya ini kerap kali terjadi di lingkungan lain, tentu dengan permasalahan yang semakin beraneka ragam. Figur seperti beliau inilah yang begitu dibutuhkan berada di tengah-tengah masyarakat. Hal ini lalu membuat saya teringat akan kegiatan pengajaran agama di kampung, sebuah forum yang dikenal dengan sebutan majelis taklim yang biasanya diikuti oleh umat islam.Sehari setelah kunjungan ke rumah guru, saya kebetulan mengikuti salah satu majelis taklim di masjid kampung, yang baru saja diadakan kembali setelah sebelumnya diliburkan karena PSBB. Seluruh peserta adalah jamaah, selain saya tentunya. Saya juga penasaran, apakah parah jamaah sudah lancar membaca Al-Qur’an atau masih terbata-bata.Sebetulnya tidak ada yang salah dengan pengajian yang modelnya seperti di atas. Penyegaran-penyegaran spiritual di zaman ini tentu dibutuhkan. Meskipun begitu, alangkah baiknya jika pengajian juga diisi dengan pencerahan rgtentang fiqh atau hukum dari hal-hal remeh yang kita temui sehari-hari, didampingi dengan kegiatan tahsin bacaan Al-Qur’an masing-masing.Sangat relate dengan yang saya ceritakan di atas, kiai saya suatu ketika juga pernah mengutarakan hal yang sama. Kami sedang bandongan kitab Safīnah al-Ṣalāh, kitab tipis tentang salat.

     Menuntut ilmu adalah suatu amalan yang diwajibkan bagi kaum muslimin dan muslimat dari lahir sampai ke liang lahat. Menuntut ilmu bisa kita lakukan dimana saja bisa di masjid, di di gedung ,rumah maupun di tempat kerja. Dalam majelis ta’lim atau majelis biasanya selain mendengarkan paparan dari ustadz juga kita juga membaca Al-Quran. Orang yang membaca Al-Quran di masjid disebut Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari para Malaikat, Rasullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. (HR. Muslim).

NAMA : MUHAMMAD INDRA

NIM : 2011102416004

PRODI : D3 KEPERAWATAN

KELAS : A13

Leave A Reply

Your email address will not be published.